Namaku Soleman,tetapi orang
memanggilku dengan beragam ada yang memanggil Eman, Man, Sule. Begitu banyak
bukan??? tapi aku bahagia dengan semua panggilan terhadapku. Aku terlahir dari
keluarga yang sederhana, aku anak ke lima dari enam bersaudara .
aku akan mencerita kan perjalanan
hidup ku sejak aku di bangku Sekolah sampai menyelesaikan Studi S1 ,aku di
sekolah kan oleh orang tua di SD yang bernama SD 2 Hitu Banyak Lika-Liku yang
terjadi ketika itu, saat bermain dan bertengkar bersama teman- teman sekolah.
Pada suatu hari ,dikala itu aku kls 3
SD ,aku dan kawanku yang bernama Ati,Wia, pergi ke pantai menemui ibu- ibu kami
yang bekerja Sebagai Penjual ikan atau dalam bahasa kampungku JIbu-Jibu. sampai
lah kami di Pantai, dan kamipun berpisah untuk menemui ibu kita masing-masing.
Ketika Ati dan Wia Sudah menemui ibu mereka, aku masih sibuk mancari keberadaan
ibu Aku, sambil menanyakan ke ibu yg lain. Setelah aku bertanya kepada seorang
ibu-ibu, aku pun mendapat informasi bahwa ibuku sedang berada di laut untuk
mengambil ikan dari Kapal ( Bodi ). Pada saat itu air nya lagi naik sampai di
Leher dari kepala ibuku. Aku pun memandang ke arah laut sambil Melihat Ibuku
sementara memikul ikan yang di bawahnya. Aku pun terus memandang setiap
pergerakan ibu ku. setelah ibuku sampai di atas,ibuku meminta tolong kepada
seorang ibu untuk menurunkan ikan yang di pikul nya. Aku masih terus memandang,
pada saat aku memandang terjadilah hal yang tak inggin sekali aku lihat. Hal
yang tak inggin aku lihat itu ialah ketika ibuku capek- capek memikul ikan yang
di bawahnya, tiba-tiba datang yang punya kapal dan menghampiri ibu saya dan
menarik ikan yang telah di bawah oleh ibu ku tadi. Apa daya nya. Ibu ku tak
bisa berkata apa-apa. Karna ibuku berpikir bukan miliknya..
dari pandang mata yang aku lihat,
ibuku tidak bersedih, tapi dalam hatinya itu pasti menangis.aku saja yang
melihat itu merasa sedih dan terpukul sekali, inggin rasanya aku menemui
pemilik kapal itu dan memarahi nya. Tapi aku juga berusaha sabar seperti ibu ku
juga. Dari situ akau termotivasi bawha betapa besar perjuangan ibuku yang rela
bangun Pagi untuk mencari uang demi menafkahi anak-anaknya.
Singkat Cerita. Setelah aku Lulus SD
akupun Masuk Ke jenjang SMP. Tak kalah hebat juga ayahku. Pekerjaan
Hari-Harinya adalah Kuli Bangunan dalam Bahasa Kampungku tukang. Pada saat aku
menduduki Kelas 2 SMP. Ayahku pergi ke pulau Seram untuk mengerjakan Salah Satu
kapal ( Bodi ) yang pada saat itu milik Om ku. Pada saat di seram ayahku kena
musibah yang tak pernah inggin sekali aku rasakan. Ketika ayahku sedang
mengerjakan Kapal ( Bodi ) tiba-tiba mata ayahku terkena serbuk ampas kayu
kapal ( Bodi ) yang di kerjakan ayahku tersebut sehingga Menjadi Infeksi dan
mengakibatkan mata sebelah kiri ayah saya cacat. Hatiku sanggat terpukul sekali
ketika melihat ayahku mengeluh kesakitan ketika mata ayahku di obati dirumah
sakit. Karna ayahku tak sanggup untuk menahan rasa sakit yang di deritanya
ayahku menyerah dan ayahku meminta keluar dari rumah sakit. Dengan Mukjijat
Allah rasa sakit yang sering di rasakan ayah saya hilang. Walaupun mata sebelah
kiri ayah saya cacat, ayah saya tak pernah mengeluh dari apa yang di deritanya.
Sampai sekarang ayah saya masih saja membelit pekerjaannya itu. Aku merasa
bangga dengan kedua orang tuaku itu.. bagiku Mereka adalah pejuang yang selalu
memberikan dorongan kepada anak-anaknya.
Lanjut cerita aku pun lulus SMP dan
Masuk SMK. Ketika aku SMK. Aku terinpirasi dari kedua adiknya ibuku, yang pada
saat itu pekerjaannya adalah seorang Guru. Pada saat itu aku bercita-cita
inggin sekali seperti mereka. Setalah aku lulus SMK aku inggin melanjutkan
studi ke Jenjang Perguruan Tinggi tapi apalah daya tanggan tak sampai. Pada
saat aku menginginkan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, Aku
terkendala dengan biaya, Karna pada saat itu juga Kaka perempuan ku sementara
menjalankan studi ke jenjang Perguruan Tinggi. Dan orang tua aku tidak bisa
membiayaiku. Iya hanya mampu membiayai 1 orang. Maklum Orang tua aku
pekerjaannya hanya serabutan. Aku pun sabar dan menerima apa adanya. Pada saat
tahun berikutnya aku mencoba Nasip dengan mendaftarkan diri di Universitas
Negeri Yang berada di Maluku dengan Jalur beasiswa. Akupun Lulus tapi bukan
jurusan yang inggin aku tujui. Aku pun tidak mengambil jurusan tersebut dengan
Alasan tidak menyukai jurusan tersebut. Walau aku lulus di jalur beasiswa yang
diinginkan.
Aku pun akhirnya menganggur. Ketika
aku menganggur, aku di telpon sama Kaka sepupu saya untuk berangkat ke Ternate
untuk membantu Kaka saya di sana. Setelah beberapa bulan di Ternate aku di
telepon sama Kaka kandung saya yang pada saat itu sedang melaksanakan studi di
Salah satu kampus di Makassar, Ia menawarkan untuk berangkat menemuinya di
Makassar, aku pun meminta pamit dari Kakak Sepupuku yang di Ternate untuk
kembali ke tanah kelahiranku Hitu. Sesampainya di di tanah kelahiranku, aku
cuman semalam dan langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Makassar menemui
kakak saya tersebut. Setelah saya tiba di Makassar aku di tawarkan untuk
bekerja di salah Satu SPBU yang milik teman dari Kaka saya. Pada saat itu saya
melamar sebagai seorang Klining Servis di SPBU tersebut, setelah aku masuk ke
SPBU tersebut aku di pertemukan oleh seorang bapak yang pada saat itu berasal
dari satu Daerah yaitu Ambon. Bapak tersebut ternya sudah lama di Makassar dan
istrinya adalah orang Toraja. Dan akhirnya ia menawarkan posisi Operator di
SPBU tersebut. Karna bapak itu merupakan pengawas di SPBU itu. Aku pun akhirnya
menerima tawaran itu dan tawaran yang aku pilih sebagai Klining Servis aku
tinggalkan.
Lanjut cerita aku pun bekerja. Dan
selama aku bekerja aku tak tinggal satu rumah bersama kakak kandung ku. Aku di
titipkan di salah satu rumah dari kerabat nya, untuk tinggal bersamanya.
Setelah beberapa bulan bekerja dan tinggal bersama kerabat kakak saya. Aku
merasa tak nyaman dan inggin sekali tinggal sendirian. Aku mencoba mencari
tempat untuk tinggal sendirian, ketika aku sedang mencari tempat untuk tinggal
sendirian, aku di tawarkan oleh salah satu dari teman kerja saya untuk tinggal
bersama mereka, banyak Lika-liku yang terjadi bersama mereka, sampai-sampai aku
sudah mengngap mereka sebagi Sodara kandungku sendiri. lanjut cerita, tepat
pada tanggal 05-mei 2012 aku mendapatkan musibah yang begitu membuat aku putus
asa dan sangat sedih sekali, dimana pada saat itu aku di telpon sama om ku di
kampung, dan mengabarkan kepada saya bahwa ibu ku meninggal dunia. beteapa
sedih dan terpukul ketika mendengar kabar itu, jeritan tangis yang selalu aku
keluarkan, tak tahan hati ini rasanya dan akupun sempat putus asa dan inggin
rasanya aku menemui ibuku. saya dan kaka kandungku mulai berkemas dan kembali
ke kota asal untuk melihat Jasad ibuku yang ke terakhir kalinya.Kalau saja kita
tahu. Siapa sosok yang paling gigih memperjuangkan mimpi anak-anaknya? Siapa
sosok yang paling jempolan menjadikan anak-anak seperti sekarang? Siapa sosok
yang paling punya kasih sayang melebihi batas langit dan bumi ?
Semua jawabnya IBU. Maka tidak salah
IBU disebut 3 kali. IBU, IBU, dan IBU, baru kemudian AYAH. Itulah IBU. Sosok
yang sudi dia tetap lapar sementara kita kenyang. Sosok yang rela dia tetap
kehausan, sementara kita puas minum. Maka tak ada air mata terakhir untuk
Ibu. Jangan ada air mata terakhir untuk Ibu. Ibu kita boleh “pergi” menghadap
Ilahi Rabbi. Ibu kita boleh “tiada” dan terbujur di liang lahat. Tapi sungguh,
itu bukan tanda “air mata terakhir” untuk IBU, dan Inilah keadaan
yang saya rasakan sekarang. Setelah beberapa bulan di kampung
akupun memutuskan untuk kembali ke Makassar untuk kebali bekerja. Setelah itu
aku mulai merasa letih dengan pekerjaan yang aku jalankan. Aku punk
mengundurkan diri dari pekerjaanku tersebut, di karenakan aku inggin
melanjutkan studi yang pernah tertunda. Aku punk melamar di beberapa
Universitas Negeri dan Swasta yg ada di Makassar. Dan Alhamdulillah aku lulus
di 3 Universitas. 2 universitas Negeri 1 Universitas swasta. Aku pun Bingung
mau pilih kampus yang mana.? Aku diberi pilihan sama kakak untuk sholat
istikhoroh meminta petunjuk yang mana harus aku pilih, aku mengerjakan sesuai
ajakan Kaka ku ity, dan Alhamdulillah ada petunjuk yang bagus dari sholat
tersebut. Aku memilih kuliah di kampus UIN Alauddin Makassar dengan jurusan
Ilmu Perpustakaan. Akhirnya apa yang aku impikan untuk melanjutkan studi ke
jenjang perguruan tinggi terkabul. Tahap demi tahap aku lalui. Hal yang paling
terkesan dalam hidupku ketika aku melaksanakan perkuliahan aku tinggal di
sebuah mesjid dan melaksanakan tugas sebagai pengurus mesjid di mesjid tersebut.
Selain kuliah aku juga kerja sebagai pembersih mesjid atau Marbut.
Setelah aku melaksanakan kuliah
Alhamdulillah aku meluluskan kuliah dengan masa studi 3 tahun 4 bulan, dan hal
yang paling aku banggakan hari itu, aku di nyatakan lulus dengan predikat Cumlaude.
hatiku merasa bahagia sampai tak bisa menahan kebagahigaayn itu, aku meneteskan
air mata kebahagiaan. Yang aku banggakan juga ketika aku terlahir dari orang
tua yang mempunyai pendapatan yang pas-pasan bisa menyelesaikan Studi S1 dengan
cepat dan memuaskan bagi kedua orang tua aku.
