Senin, 09 Desember 2019



Namaku Soleman,tetapi orang memanggilku dengan beragam ada yang memanggil Eman, Man, Sule. Begitu banyak bukan??? tapi aku bahagia dengan semua panggilan terhadapku. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, aku anak ke lima dari enam bersaudara .
aku akan mencerita kan perjalanan hidup ku sejak aku di bangku Sekolah sampai menyelesaikan Studi S1 ,aku di sekolah kan oleh orang tua di SD yang bernama SD 2 Hitu Banyak Lika-Liku yang terjadi ketika itu, saat bermain dan bertengkar bersama teman- teman sekolah.
Pada suatu hari ,dikala itu aku kls 3 SD ,aku dan kawanku yang bernama Ati,Wia, pergi ke pantai menemui ibu- ibu kami yang bekerja Sebagai Penjual ikan atau dalam bahasa kampungku JIbu-Jibu. sampai lah kami di Pantai, dan kamipun berpisah untuk menemui ibu kita masing-masing. Ketika Ati dan Wia Sudah menemui ibu mereka, aku masih sibuk mancari keberadaan ibu Aku, sambil menanyakan ke ibu yg lain. Setelah aku bertanya kepada seorang ibu-ibu, aku pun mendapat informasi bahwa ibuku sedang berada di laut untuk mengambil ikan dari Kapal ( Bodi ). Pada saat itu air nya lagi naik sampai di Leher dari kepala ibuku. Aku pun memandang ke arah laut sambil Melihat Ibuku sementara memikul ikan yang di bawahnya. Aku pun terus memandang setiap pergerakan ibu ku. setelah ibuku sampai di atas,ibuku meminta tolong kepada seorang ibu untuk menurunkan ikan yang di pikul nya. Aku masih terus memandang, pada saat aku memandang terjadilah hal yang tak inggin sekali aku lihat. Hal yang tak inggin aku lihat itu ialah ketika ibuku capek- capek memikul ikan yang di bawahnya, tiba-tiba datang yang punya kapal dan menghampiri ibu saya dan menarik ikan yang telah di bawah oleh ibu ku tadi. Apa daya nya. Ibu ku tak bisa berkata apa-apa. Karna ibuku berpikir bukan miliknya..
dari pandang mata yang aku lihat, ibuku tidak bersedih, tapi dalam hatinya itu pasti menangis.aku saja yang melihat itu merasa sedih dan terpukul sekali, inggin rasanya aku menemui pemilik kapal itu dan memarahi nya. Tapi aku juga berusaha sabar seperti ibu ku juga. Dari situ akau termotivasi bawha betapa besar perjuangan ibuku yang rela bangun Pagi untuk mencari uang demi menafkahi anak-anaknya.
Singkat Cerita. Setelah aku Lulus SD akupun Masuk Ke jenjang SMP. Tak kalah hebat juga ayahku. Pekerjaan Hari-Harinya adalah Kuli Bangunan dalam Bahasa Kampungku tukang. Pada saat aku menduduki Kelas 2 SMP. Ayahku pergi ke pulau Seram untuk mengerjakan Salah Satu kapal ( Bodi ) yang pada saat itu milik Om ku. Pada saat di seram ayahku kena musibah yang tak pernah inggin sekali aku rasakan. Ketika ayahku sedang mengerjakan Kapal ( Bodi ) tiba-tiba mata ayahku terkena serbuk ampas kayu kapal ( Bodi ) yang di kerjakan ayahku tersebut sehingga Menjadi Infeksi dan mengakibatkan mata sebelah kiri ayah saya cacat. Hatiku sanggat terpukul sekali ketika melihat ayahku mengeluh kesakitan ketika mata ayahku di obati dirumah sakit. Karna ayahku tak sanggup untuk menahan rasa sakit yang di deritanya ayahku menyerah dan ayahku meminta keluar dari rumah sakit. Dengan Mukjijat Allah rasa sakit yang sering di rasakan ayah saya hilang. Walaupun mata sebelah kiri ayah saya cacat, ayah saya tak pernah mengeluh dari apa yang di deritanya. Sampai sekarang ayah saya masih saja membelit pekerjaannya itu. Aku merasa bangga dengan kedua orang tuaku itu.. bagiku Mereka adalah pejuang yang selalu memberikan dorongan kepada anak-anaknya.
Lanjut cerita aku pun lulus SMP dan Masuk SMK. Ketika aku SMK. Aku terinpirasi dari kedua adiknya ibuku, yang pada saat itu pekerjaannya adalah seorang Guru. Pada saat itu aku bercita-cita inggin sekali seperti mereka. Setalah aku lulus SMK aku inggin melanjutkan studi ke Jenjang Perguruan Tinggi tapi apalah daya tanggan tak sampai. Pada saat aku menginginkan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, Aku terkendala dengan biaya, Karna pada saat itu juga Kaka perempuan ku sementara menjalankan studi ke jenjang Perguruan Tinggi. Dan orang tua aku tidak bisa membiayaiku. Iya hanya mampu membiayai 1 orang. Maklum Orang tua aku pekerjaannya hanya serabutan. Aku pun sabar dan menerima apa adanya. Pada saat tahun berikutnya aku mencoba Nasip dengan mendaftarkan diri di Universitas Negeri Yang berada di Maluku dengan Jalur beasiswa. Akupun Lulus tapi bukan jurusan yang inggin aku tujui. Aku pun tidak mengambil jurusan tersebut dengan Alasan tidak menyukai jurusan tersebut. Walau aku lulus di jalur beasiswa yang diinginkan.
Aku pun akhirnya menganggur. Ketika aku menganggur, aku di telpon sama Kaka sepupu saya untuk berangkat ke Ternate untuk membantu Kaka saya di sana. Setelah beberapa bulan di Ternate aku di telepon sama Kaka kandung saya yang pada saat itu sedang melaksanakan studi di Salah satu kampus di Makassar, Ia menawarkan untuk berangkat menemuinya di Makassar, aku pun meminta pamit dari Kakak Sepupuku yang di Ternate untuk kembali ke tanah kelahiranku Hitu. Sesampainya di di tanah kelahiranku, aku cuman semalam dan langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Makassar menemui kakak saya tersebut. Setelah saya tiba di Makassar aku di tawarkan untuk bekerja di salah Satu SPBU yang milik teman dari Kaka saya. Pada saat itu saya melamar sebagai seorang Klining Servis di SPBU tersebut, setelah aku masuk ke SPBU tersebut aku di pertemukan oleh seorang bapak yang pada saat itu berasal dari satu Daerah yaitu Ambon. Bapak tersebut ternya sudah lama di Makassar dan istrinya adalah orang Toraja. Dan akhirnya ia menawarkan posisi Operator di SPBU tersebut. Karna bapak itu merupakan pengawas di SPBU itu. Aku pun akhirnya menerima tawaran itu dan tawaran yang aku pilih sebagai Klining Servis aku tinggalkan.
Lanjut cerita aku pun bekerja. Dan selama aku bekerja aku tak tinggal satu rumah bersama kakak kandung ku. Aku di titipkan di salah satu rumah dari kerabat nya, untuk tinggal bersamanya. Setelah beberapa bulan bekerja dan tinggal bersama kerabat kakak saya. Aku merasa tak nyaman dan inggin sekali tinggal sendirian. Aku mencoba mencari tempat untuk tinggal sendirian, ketika aku sedang mencari tempat untuk tinggal sendirian, aku di tawarkan oleh salah satu dari teman kerja saya untuk tinggal bersama mereka, banyak Lika-liku yang terjadi bersama mereka, sampai-sampai aku sudah mengngap mereka sebagi Sodara kandungku sendiri. lanjut cerita, tepat pada tanggal 05-mei 2012 aku mendapatkan musibah yang begitu membuat aku putus asa dan sangat sedih sekali, dimana pada saat itu aku di telpon sama om ku di kampung, dan mengabarkan kepada saya bahwa ibu ku meninggal dunia. beteapa sedih dan terpukul ketika mendengar kabar itu, jeritan tangis yang selalu aku keluarkan, tak tahan hati ini rasanya dan akupun sempat putus asa dan inggin rasanya aku menemui ibuku. saya dan kaka kandungku mulai berkemas dan kembali ke kota asal untuk melihat Jasad ibuku yang ke terakhir kalinya.Kalau saja kita tahu. Siapa sosok yang paling gigih memperjuangkan mimpi anak-anaknya? Siapa sosok yang paling jempolan menjadikan anak-anak seperti sekarang? Siapa sosok yang paling punya kasih sayang melebihi batas langit dan bumi ?
Semua jawabnya IBU. Maka tidak salah IBU disebut 3 kali. IBU, IBU, dan IBU, baru kemudian AYAH. Itulah IBU. Sosok yang sudi dia tetap lapar sementara kita kenyang. Sosok yang rela dia tetap kehausan, sementara kita puas minum. Maka tak ada air mata terakhir untuk Ibu. Jangan ada air mata terakhir untuk Ibu. Ibu kita boleh “pergi” menghadap Ilahi Rabbi. Ibu kita boleh “tiada” dan terbujur di liang lahat. Tapi sungguh, itu bukan tanda “air mata terakhir” untuk IBU, dan Inilah keadaan yang saya rasakan sekarang. Setelah beberapa bulan di kampung akupun memutuskan untuk kembali ke Makassar untuk kebali bekerja. Setelah itu aku mulai merasa letih dengan pekerjaan yang aku jalankan. Aku punk mengundurkan diri dari pekerjaanku tersebut, di karenakan aku inggin melanjutkan studi yang pernah tertunda. Aku punk melamar di beberapa Universitas Negeri dan Swasta yg ada di Makassar. Dan Alhamdulillah aku lulus di 3 Universitas. 2 universitas Negeri 1 Universitas swasta. Aku pun Bingung mau pilih kampus yang mana.? Aku diberi pilihan sama kakak untuk sholat istikhoroh meminta petunjuk yang mana harus aku pilih, aku mengerjakan sesuai ajakan Kaka ku ity, dan Alhamdulillah ada petunjuk yang bagus dari sholat tersebut. Aku memilih kuliah di kampus UIN Alauddin Makassar dengan jurusan Ilmu Perpustakaan. Akhirnya apa yang aku impikan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi terkabul. Tahap demi tahap aku lalui. Hal yang paling terkesan dalam hidupku ketika aku melaksanakan perkuliahan aku tinggal di sebuah mesjid dan melaksanakan tugas sebagai pengurus mesjid di mesjid tersebut. Selain kuliah aku juga kerja sebagai pembersih mesjid atau Marbut.
Setelah aku melaksanakan kuliah Alhamdulillah aku meluluskan kuliah dengan masa studi 3 tahun 4 bulan, dan hal yang paling aku banggakan hari itu, aku di nyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. hatiku merasa bahagia sampai tak bisa menahan kebagahigaayn itu, aku meneteskan air mata kebahagiaan. Yang aku banggakan juga ketika aku terlahir dari orang tua yang mempunyai pendapatan yang pas-pasan bisa menyelesaikan Studi S1 dengan cepat dan memuaskan bagi kedua orang tua aku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Namaku Soleman,tetapi orang memanggilku dengan beragam ada yang memanggil Eman, Man, Sule. Begitu banyak bukan??? tapi aku bahagia de...